Tak Ada yang Sempurna Selain Cinta

RF-Review flm-MIKA

Judul Film: MIKA
Sutradara: Lasja F. Susatyo
Genre: Drama
Durasi: 100 menit
Pemain
– Vino G. Bastian (Mika)
– Velove Vexia (Indi)

Telah hadir film di bioskop Indonesia yang berjudul MIKA, yang  ceritanya diadaptasi dari novel Waktu Aku Sama Mika Yang Ditulis Oleh Indi. Novel tersebut ditulis berdasarkan kisah nyata yang kemudian saat ini dijadikan film dan akan tayang pada 17 januari 2013 di seluruh bioskop Indonesia.

Indi (Velove Vexia) adalah seorang gadis periang yang dunianya berubah total saat ia didiagnosa mengidap penyakit scoliosis ketika di bangku SMP. Karena kondisi kesehatannya ini, dia harus mengenakan besi penyangga tubuh (brace) selama 23 jam setiap hari.

Sebelum masuk SMA dia berlibur ke Jakarta, dan di sinilah Indi berkenalan dengan Mika (Vino G. Bastian) lewat sebuah pertemuan tak terduga. Mereka lalu menjadi teman dekat. Mika yang cuek, seru, berani, dan selalu memandang hidup dengan santai dan positif perlahan bisa membantu Indi untuk kembali jadi gadis periang dan berani untuk melawan penyakitnya. Mika selalu punya cara untuk membuat Indi merasa bahagia di tengah siksaan penyakit yang diidapnya.

Indi menutupi hubungannya dengan Mika dari Ibunya (Donna Harun) karena dia tahu ibunya tidak suka dengan Mika yang jauh lebih tua dan bertato. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Mika mengungkapkan satu rahasia tentang dirinya: Ia mengidap penyakit AIDS.

Masalah mulai berdatangan ketika kondisi Mika yang semakin lemah dan masa lalunya mulai terungkap. Bapak Indi (Izur Muchtar) dan Ibu dan teman-teman Indi mulai mengetahui soal Mika dan masa lalunya. Tetapi mereka tidak tahu hal-hal indah yang telah dilakukan Mika untuk Indi. Setelah kematian sahabatnya (Framly Nainggolan), Mika mundur dan meninggalkan Indi dengan penuh pertanyaan. Mika tahu waktunya telah dekat dan tidak mau Indi nanti merasa lebih sakit. Dibalik kesedihan Indi setelah ditinggal Mika, dia tahu bahwa Mika justru membuatnya semakin hidup dan berusaha untuk mengalahkan kondisi kesehatannya.

“Intinya film ini mengajarkan anak muda jangan sampai terjebak di narkoba, film tersebut memberi pesan untuk menjauhi narkoba, seks bebas, namun tidak menjauhi orang yang menderita penyakit tersebut. Kalaupun punya teman, kerabat/ oaring yang terkena AIDS atau punya kelainan penyakit, jangan dijauhi karena yang harus dijauhi penyakitnya, bukan orangnya.”

(Penulis: @adit_achdyan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: