Mengorek Rupiah di Tengah Hamparan Sampah

RF-News1 (3)Kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari – hari bahwa manusia dan sampah tidak dapat dipisahkan. Sebenarnya tidak terlalu tepat kalau sampah dikatakan tidak berguna dalam kehidupan kita. Karena sebagian orang miskin yang ada di Negara ini mengorek rupiah dari tumpukan sampah dimana sampah – sampah yang mereka kumpulkan seperti sampah anorganik yang bisa di daur ulang nantinya akan mereka jual dan dengan hasil penjualan itulah mereka bertahan hidup.

Puluhan gerobak dan motor gerobak digunakan untuk mereka mengambil sampah-sampah dari pemukiman warga sekitar yang nantinya akan mereka pilah mana yang bisa dijadikan uang.

Seperti Erna yang berusia 42 tahun, salah seorang wanita yang ikut mencari nafkah sebagai pemulung. Dia mencari berbagai macam kertas dan plastik dari tumpukan sampah tersebut untuk kemudian ia jual kembali ke pengepul. “kira-kira saya mendapatkan kertas dan plastik 40 kilogram per hari.” Ucap Erna yang sambil memilah – milah sampah.

RF-News1 (1)

Anak-anak pun yang tinggal di pemukiman TPSS Lebak Bulus ini ikut melewatkan hari-harinya dilingkungan yang penuh dengan tumpukan sampah. Seperti Rizki anak yang berusia lima tahun menghabiskan waktu bermainnya di lingkungan kumuh tersebut.

Tiap sore hari sekitar pukul 16.00 WIB truk pengangkut sampah datang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Lebak Bulus untuk mengambil tumpukan sampah yang sudah dipisahkan secara organik maupun anorganik untuk dibuang ke TPA Bantar Gebang. (Penulis dan Foto: @fitriandany / @iradwirist)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: