Modal Nekat Ku Lakukan

RF-PROFIL-PENGUSAHA TEMPEDaerah jalan baru terdapat sebuah usaha rumah yang biasanya kita kenal sebagai “home industry”. Industri tersebut menproduksi tempe dan pemilik usaha tersebut bernama Bapak Sardini di kelurahan Pasar Rebo, Jakarta. Beliau tinggal di bantaran kali Cipinang, Bapak Sardini membangun usaha dengan modal nekat dan akhirnya dapat mendirikan sebuah usaha pengrajin tempe. Berikut wawancara dengan Bapak Sardini:

Sudah berapa lama bapak mempunyai usaha tempe ini?
Saya memulai usaha ini sudah 20 tahun lamanya, saya memiliki 9 pegawai dari anak-anak saya dan juga keluarga saya yang lainnya, Tetapi juga ada dari luar namun tidak tetap.
Bagaimana awal mula bapak memulai usaha ini?
Awalnya saya bekerja dengan paman saya, paman saya juga pengusaha tempe. Setelah saya mengetahui cara membuat tempe akhirnya saya memutuskan untuk membuat usaha tempe sendiri. Itu juga saya lakukan dengan modal nekat dengan uang Rp 7.000,00. Apapun saya lakukan untuk mencari uang.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tempe apa saja Pak?selain itu, alat yang digunakan apa saja?
Bahan-bahan untuk pembuatan tempe seperti air, kacang kedelai, dan juga harus ada ragi, untuk bahan bakar saat merebus kacang kedelai masih menggunakan alat tradisional seperti kayu bakar dan juga memerlukan drum minyak sebagai wadah untuk merebus kacang kedelai ,untuk kemasan saya menggunakan plastik dengan ukuran sekitar 30x20cm, kajang, kerey untuk menyimpan tempe pada saat di diamkan, alat giling, alat penyaring dan juga tong plastik yang ukuran besar untuk mewadahi bahan-bahan tempe.
Bagaimana proses pembuatannya dan juga memerlukan berapa hari agar tempe tersebut layak untuk dijual?
Proses pembuatan tempe yang pertama itu kacang kedelai direbus terlebih dahulu selama 2 jam kemudian kedelai tersebut di rendam selama 1 malam. Lalu keesokan harinya kedelai tersebut di giling ,dicuci hingga bersih, setelah itu di beri ragi, ditiriskan, di cetak atau dibuat tempe. Lalu didiamkan selama selama 2 hari 2 malam, setelah itu paginya tempe tersebut bisa dijual. Untuk proses membuat tempe tersebut selama 4 hari baru bisa di pasarkan untuk di jual.
Darimana Bapak mendapatkan bahan bakunya?dan berapa kilo kedelai yang dibutuhkan untuk membuat tempe?
Awalnya saya membeli bahan baku kedelai dari Pak H. Sawani tetapi sekarang saya menggunakan kacang kedelai impor. Saya dalam sehari membutukan kacang kedelai yaitu sekitar 70 kilogram.
Kemana saja bapak memasarkan tempe ini?
Saya memasarkan hasil produknya ke pasar-pasar, warung-warung sayur, pedagang sayur keliling dan yang mau beli bisa langsung datang kesini.
Berapa keuntungan yang Bapak peroleh dari usaha ini?
Jika ramai saya bisa mendapatkan untung sekitar Rp 700.000,00 sampai dengan Rp 750.000,00. Sementara apabila mengalami sepi hanya bisa mendapatkan untung sekitar Rp 600.000, bahkan terkadang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Penulis (@enodwiiyy dan @yenirajiv27)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: